Cerpen- Sepertiga Senja


Oleh: Uniqia Solu

Perempatan alun-alun kota menjadi saksi aku menunggu dua hal dari seseorang yang sama, kau. Mata ini mengekor setiap kendaraan yang lalu lalang siapa tahu saja kuda besimu salah satu dari deretan mereka. 

Ponsel di genggaman berulang kali kutengok, mungkin saja ada notif darimu yang terlewatkan. Waktu semakin mendesakku untuk mendengus, lama. Menit demi menit berganti, terlihat dari arloji yang kupakai di tangan kiri, tetapi belum juga ada tanda-tanda kau datang. 

Dert ... Dert ...

Getaran dari ponsel yang kusetel mode silent membangkitkan mood, sebentar lagi harapku tertuai. 

"Hallo...."

"Jadi aku harus ke seberang jalan menemui pangeran?"

"Tapi Tuan Putri sudah.... "

Tutt.... 

Telepon itu terputus sementara kataku masih tercekat di pangkal tenggorokan. 

"Hallo ... Hei...."

Saat itu juga suara benda terbentur aspal menyusup telingaku yang tengah menyusuri suaramu di telepon. 

Aku menoleh, helm hijau milik korban terlihat menggelinding di aspal, disusul oleh segerombol orang dari dalam alun-alun tak terkecuali aku yang ditikam penasaran, kondisi jalanan pun macet karenanya. 

Awak motor KLX yang kulihat dari kerumunan semakin menyiutkan keyakinanku untuk masih berpikir positif. Tubuhku menerobos mereka yang hanya menyaksikan lelaki itu terkapar. Tak menunggu detikan waktu kakiku lemas. 

Kutangkup wajah teduh yang selalu kurindukan, darah yang mengalir dari hidung dan telingamu kuusap kasar mudah-mudahan saja segera terhenti. Mata sayumu menatapku pulas, lesung pipi terlihat jelas, kau tersenyum melihat kita tak lagi terpisah jarak, kini amat dekat. 

Kau rogoh sesuatu dari saku jaket kulitmu, kau raih tanganku. 

"Ini cincin tunangan kita."

"Iya, kita akan bertunangan, orang tuaku sudah setuju dengan hubungan kita, kita enggak akan LDR lagi, enggak akan sembunyi-sembunyi lagi."

Air mata tak dapat kubendung lagi ketika senyummu itu berangsur pudar, matamu memejam, tak terdengar lagi napas berat pun tak terasa lagi nadi di urat lehermu. 

Aku tak percaya kau pergi dengan sepertiga senja yang akan mempertemukan kita. 

"Ini helm dan ponsel korban, diduga korban mengangkat telepon pada saat berkendara dengan menyelipkannya pada helm lalu tidak fokus menyeberang dan tertabrak sebuah sedan," ucap seorang polisi yang melakukan TKP. 

"Boleh saya lihat ponselnya, Pak." 

"Silakan tetapi sebentar saja, ya. Karena kami akan mengamankan barang-barang milik korban."

Aku lega ketika polisi mengizinkanku melihat terakhir kali ponsel ini. Kubuka ponsel itu yang masih menampilkan riwayat panggilan dari sebuah kontak yang diberi nama Putri Es ♡, itu aku. 

"Aku pasti selalu mencintaimu lewat sepertiga senja yang akan hadir esok hari, Pangeran Batu," gemingku menatap raga yang baru saja kupeluk kini terbaring di atas tandu medis. 

-Selesai



Tentang Penulis
Uniqia Solu penulis tujuh belas tahun ini memiliki nama asli Solu Erika Herwanda, domisili saat ini di Madiun, Jawa Timur. Bisa dihubungi di IG: @solu.ryka26 
Share:

Post a Comment

Design Prokreatif | Instagram Ruang_Nulis