Kumpulan Diksi Indah yang Bisa Dipakai dalam Tulisan

sumber gambar: pixabay


Dalam setiap penulisan karya baik berupa cerpen, puisi, pantun, atau novel, pemilihan kata harus mendapat perhatian dari penulis. Karena pemilihan kata yang tepat juga indah dapat membantu membangun nilai dari tulisan tersebut.

Pemilihan kata ini lebih dikenal dengan sebutan "diksi", eh atau mungkin banyak yang salah paham bahwa diksi dan kosa kata itu sama, padahal berbeda ya. Menurut KBBI  dijelaskan bahwa diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan).

Dalam dunia sastra sendiri diksi lebih mengarah kepada pemilihan kata yang bukan hanya selaras tetapi juga memiliki makna yang lebih mendalam serta memiliki keindahan tersendiri ketika dibaca. Maka dari itu, dikenal istilah diksi indah dalam dunia sastra.

Ya, walau sebenarnya penggunaan diksi yang "mblibet" itu enggak harus karena banyak juga sastrawan yang mampu meramu kosa kata "sederhana" menjadi karya sastra bernilai indah, tidak ada salahnya mempelajari dan menambah perbendaharaan kosa kata agar tulisan yang dihasilkan tidak "begitu-begitu saja".

Berikut ini kumpulan beberapa diksi yang mungkin jarang digunakan dan bisa coba kamu pakai untuk memperkaya nilai tulisan:

    A

Akara = Bayang

Aksa = Jauh/Mata

Aksama = Ampunan

Ambigu = Makna ganda

Ambu = Aroma

Anala = Api

Anantara = Diantara

Ancala = Gunung

Anila = Angin

Anindhita = sempurna

Anindya = Cantik Jelita

Anitya = Tidak Kekal

Asrar = Rahasia

Astu = Puji

Atma = Jiwa

Ayar = Air

    

B

Badui = pengembara, nomad

Bagaskara = panas matahari, bisa juga diartikan sebagai yang memberi cahaya penerang

Basirah = hati, penglihatan hati, qalbu

Baskara = Matahari

Baswara = Berkilau, Bercahaya

Belenggu = alat untuk mengikat, terbelenggu = terikat

Bena = Menarik, Banjir, Ombak

Bernas = Berisi Penuh, Semakin Berisi

Bhama = Nafsu

Bianglala = Pelangi

Buana = Dunia

Bui = penjara, kurungan

Bumantara = Langit


C

Caci = cela, cerca

Cakrawala = lengkungan langit, atau cekungan langit

Candala = Rendah diri

Chandra = Bulan

Citta = Maksud Hati, Pikiran

Cumbana = Mencium


D

Dahayu = Cantik, Molek, Elok

Daksa = Badan, Tubuh

Dama = Cinta Kasih

Dayita = Kekasih

Dekap = peuk, memeluk

Dera = pukulan dengan rotan, cemeti, dan sebagainya

Derai = butir butir, suara rintikan air hujan pada kaca dan sebagainya

Derap = bunyi kaki orang berjalan cepat, derap langkah



E-J

Eka = Satu

Faktitus = Imitasi

Gapah = cakap, lincah, trengginas, pantas

Gata = Telah Pergi

Gundah = Sedih, Bimbang, Gelisah

Haki = Energi Spiritual

Harsa = Kegembiraan

Hirap = Hilang

Ina = Matahari Pagi/Senja

Indurasmi = Sinar Rembulan

Insan = manusia

Jamanika = Tirai, Tabir

Janardana = Menggairahkan

Jejal = penuh sesak, jejali = penuh sesakilah

Jelampah =bergelimpang, bergolek, terkapar


K-M

Kama = Dipuja

Kampa = Getaran

Kampana = Mempunyai Getaran

Kaprah = biasa, lumrah, kebanyakan

Kelabu = abu-abu, antara hitam dan putih

Kenes = Lincah, Genit

Kirana = Sinar Cantik & Molek

Korelasi = Hubungan Timbal Balik

Lara = sedih, susah hati

Lelap = tidak sadarkan diri, nyenyak

Lembayung = waktu-waktu berakhirnya senja, merah jingga

Lunglai = lemah sekali

Mahligai =  Istana

Mangkus = Efektif

Masygul = bersusah hati karena sesuatu, sedih, murung

Mega = Awan

Mencabar = menantang

Mengerang = berteriak kesakitan, rintihan keras

Merapah = merantau, menjelajah, mengembara, melanglang buana

Miang = Lugut

Muak = sudah jemu karena terlalu sering


N-R

Nabastala = Langit

Nestapa = sedih sekali, susah hati

Nirmala = tanpa cacat atau cela, bersih, suci. Menggambarkan seorang gadis yang baik dan suka menolong

Nirwana = Surga

Persistensi = Gigih, kukuh, tekun, terus menerus

Pitarah = leluhur, pendahulu, sesepuh

Rapal = mengucap, membaca

Redum = Mendung

Relikui = benda keramat, aji-aji, jimat

Repui = lemah, rapu, lapuk

Rimpuh = Sudah Tua Sekali

Rinai = Gerimis, Rintik-Rintik

Romansa = kisah tindakan kepahlawanan, kehebatan dan keromantisan


S-V

Sadrah =berserah, pasrah, bertawakkal

Sahaja = Sederhana

Sangkil = Efisien

Sedari = Sejak

Selaksa = teramat banyak, tidak terhingga

Sempena = Berkah

Sendu = Sedih, Pilu, Dukacita

Serapah = nista, sumpah, umpat, hardik

Sporadis = Tidak Tentu, Kadang-kadang

Surya bara neraka = cahaya dari sesuatu yang terbakar dan masih terlihat apinya di neraka

Tandang = bertamu, berkunjung

Temaram= hampir gelap, suram, tidak bercahaya terang

Termaktub = Tertulis, Tercantum

Tika = ketika

Tikam = tusukan, menusuk tajam

Umbu =Nenek Moyang

Urgensi = Sangat Penting

Visus = Penglihatan tajam


Ada yang mau menambahkan?

 






Share:

2 comments :

Design Prokreatif | Instagram Ruang_Nulis